Mahasiswa Bantah Dugaan Pemungutan Biaya Sewa di Asrama Mahasiswa Kaltara di Sumbawa

Rabu, 04 Maret 2026 | 23:09:35 WIB
Asrama mahasiswa Kalimantan Utara (Kaltara) di Kabupaten Sumbawa. (IST)

Tarakan,sorotkabar.com - Dugaan adanya pemungutan biaya sewa asrama mahasiswa Kalimantan Utara (Kaltara) di Kabupaten Sumbawa dibantah oleh mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut.

Koordinator Keluarga Mahasiswa Kaltara di Sumbawa, Renaldi menyebut, informasi yang beredar di Kaltara perlu diluruskan agar tidak semakin melebar dan membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat.

Dengan tegas ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tidak pernah meminta uang penyewaan asrama.

“Selama kami tinggal di asrama yang ada di Sumbawa, kami tidak pernah dikenakan biaya sepeser pun. Mau itu asrama sementara ataupun asrama yang baru diresmikan kemarin,” tegasnya, Rabu (4/3).

Ia memastikan, tidak pernah ada pembahasan dari pihak Pemprov Kaltara terkait pembayaran bulanan kepada mahasiswa. Baik untuk sewa kamar, iuran kebersihan, listrik maupun kontribusi lainnya.

Sejauh ini, pihak Pemprov Kaltara bahkan menanggung seluruh biaya, fasilitas hingga gaji penjaga malam di asrama.

Renaldi menilai isu yang berkembang seharusnya tidak digoreng tanpa melihat kondisi langsung di lapangan.

Menurutnya, mahasiswa justru merasa sangat terbantu dengan keberadaan asrama tersebut, baik saat masih menempati asrama sementara maupun setelah gedung baru diresmikan.

Sebagai putra-putri asli Kaltara yang sedang berjuang menempuh pendidikan di daerah orang, Renaldi berharap dukungan publik lebih baik diarahkan pada hal-hal positif.

“Kami ini putra-putri asli Kaltara yang saat ini berjuang pendidikan di kampungnya orang. Ketimbang menjelek-jelekkan asrama kami atau mengeluarkan isu yang tidak-tidak, mungkin lebih bagus doakan yang baik-baik buat kami,” ujarnya.

Ia juga berharap mahasiswa Kaltara di perantauan dapat menyelesaikan pendidikan dan kelak kembali berkontribusi untuk pembangunan daerah.

Renaldi turut mengundang secara terbuka para pejabat di Kaltara yang masih pro dan kontra terhadap keberadaan asrama tersebut untuk datang langsung melihat kondisi mahasiswa di Sumbawa.

Ia menyebut, sejauh ini kunjungan baru dilakukan oleh Gubernur dan istri Gubernur.

Ia bahkan secara khusus menyebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), para pimpinan lembaga, hingga wartawan yang dinilai memberitakan isu tidak benar agar datang langsung ke asrama yang berada di Sumbawa untuk melihat langsung kondisi para mahasiswa

“Monggo datang lihat secara langsung kondisi kami. Jangan cuma melihat dari sisi medianya saja. Kami menerima dengan hangat,” pungkasnya.

Mewakili seluruh mahasiswa Kaltara yang berada di Sumbawa, dirinya berharap isu liar pemungutan biaya tidak lagi berkembang tanpa verifikasi langsung di lapangan.(*) 
 

Terkini