Jawab Tantangan Industri Energi, Universitas Islam Riau dan P3SM Sepakat Perkuat Kompetensi SDM

Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:16:46 WIB
Sumber go riau

Pekanbaru, sorotkabar.com – Tantangan industri minyak dan gas (migas) yang semakin kompleks menuntut ketersediaan tenaga kerja yang tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga kompeten di lapangan. Menjawab kebutuhan ini, Universitas Islam Riau (UIR) mengambil langkah strategis dengan menggandeng Pusat Pembinaan Pelatihan dan Sertifikasi Mandiri (P3SM), Kamis (13/2/2026).

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan tiga dokumen penting sekaligus, yakni Nota Kesepahaman (MoU), Nota Kesepakatan (MoA), dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Fokus utamanya adalah memastikan lulusan UIR memiliki sertifikasi profesi yang diakui secara nasional maupun internasional, khususnya di sektor energi yang menjadi denyut nadi perekonomian Riau.

Pimpinan P3SM, Aswandi mengatakan, fakta bahwa ijazah saja tidak cukup untuk menembus ketatnya persaingan industri migas saat ini. Aspek keselamatan kerja dan standar teknis menjadi harga mati.

"Industri migas membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga tersertifikasi dan memahami standar keselamatan kerja nasional maupun internasional. Ini menjadi kunci keberlanjutan operasional industri migas di daerah," tegas Aswandi.

Rektor UIR, Admiral menyambut baik sinergi ini sebagai wujud nyata konsep link and match antara dunia kampus dan industri. UIR berkomitmen mengoptimalkan peran Migas Center Riau sebagai laboratorium pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan pasar.

"Melalui sinergi ini, UIR akan mendorong penguatan riset terapan, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri migas, serta optimalisasi peran Migas Center Riau sebagai pusat pengembangan keilmuan dan kompetensi sektor energi," jelas Admiral didampingi Wakil Rektor III, Deddy Purbomo Retno.

Dukungan penuh juga datang dari kalangan profesional. Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ulul Azmi, menilai kolaborasi ini akan melahirkan budaya keselamatan (safety culture) yang kuat di kalangan calon insinyur muda.

"Sinergi antara kampus, lembaga pelatihan, lembaga sertifikasi, dan organisasi profesi akan melahirkan SDM migas yang unggul, profesional, serta mampu menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan produktivitas industri," kata Ulul Azmi.

Pertemuan strategis ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting industri dan sertifikasi, di antaranya Ketua Asosiasi Kharisma Muhammad Herwan, Ketua P3SM Riau Roy Meindo, Direktur SKPI Hardianedil, Ketua LSP K3 Mandiri Lia Muliana Hasibuan, Ketua LSP Sertimigas Syarif, serta Ketua Migas Center Riau Fitrianti.( *) 
 

Terkini