Rakyat Kian Kritis Terhadap Elite Politik, Waketum PKB Ingatkan Kader Jaga Etika

Selasa, 10 Februari 2026 | 22:45:18 WIB
Wulan Intandari/ RepublikaWakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal saat menyampaikan sambutannya di acara Pengukuhan DPW PKB DIY, Sabtu (7/2/2026).

Yogyakarta,sorotkabar.com - Rakyat saat ini semakin kritis dan sensitif terhadap perilaku elite politik. Kesalahan kecil seorang politisi seringkali menjadi sorotan dan dapat menimbulkan penilaian negatif dan merusak citra seluruh partai. Kondisi ini perlahan memudarkan kepercayaan publik yang dikhawatirkan akan berdampak buruk ke depannya.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Cucun Ahmad Syamsurijal, mengingatkan agar kadernya mampu menjadi teladan, menjaga etika, dan memupuk kepercayaan publik yang perlahan memudar terhadap partai politik. Ia menganalogikan, kepercayaan rakyat terhadap partai politik ibarat kaca, sekali retak, sulit diperbaiki.

Dia berkata, dalam konteks itu kader PKB dituntut hadir sebagai solusi, bukan sekadar partai yang mengkritik. "Rakyat hari ini sangat sensitif terhadap perilaku elite-elite politik. Satu kesalahan kecil bisa menimbulkan pandangan negatif terhadap seluruh partai. Karena itu, pengurus PKB harus menjadi teladan dalam sikap, etika, dan kerja nyata," kata Cucun saat memberikan sambutan dalam pengukuhan pengurus DPW PKB DIY, Jumat (7/2/2026), sekaligus menyampaikan pesan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Menurut Cucun, pengukuhan DPW PKB DIY yang dilakukan hari ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan penegasan arah politik PKB ke depan, yang akan menentukan apakah partai ini menjadi "partai biasa-biasa saja" atau partai yang mampu menghadirkan kepemimpinan nyata dan solusi bagi rakyat. Kader harus bekerja di tengah rakyat, menghadirkan solusi nyata bagi persoalan ekonomi, keadilan sosial, dan kesatuan bangsa.

Cucun kemudian menyoroti situasi global yang saat ini penuh dengan ketidakpastian. Ekonomi dunia bergejolak, konflik berkepanjangan terjadi di berbagai kawasan termasuk Timur Tengah dan Eropa, perubahan iklim semakin nyata, sementara kepercayaan rakyat terhadap politik dan berbagai lembaga terus diuji. Dalam konteks tersebut, stabilitas negara Indonesia harus disyukuri, tetapi rakyat tidak hanya menginginkan stabilitas, mereka ingin kehidupan yang lebih adil, lebih pasti, dan lebih bermanfaat.

"Dalam situasi seperti ini, politik tidak boleh biasa-biasa saja. Partai politik harus hadir sebagai solusi. PKB adalah solusi bangsa. Oleh karena itu, PKB tidak boleh hanya menjadi peserta pemilu, PKB harus menjadi kekuatan politik yang memimpin, kekuatan politik yang nyata-nyata menentukan arah, menggerakan perubahan dan memikul tanggung jawab kebangsaan," ujarnya.

Dari Politisi Menjadi Pemimpin dan Negarawan

Cucun menekankan kader PKB harus lebih dari sekadar politisi. Mereka harus menjadi pemimpin yang memikul tanggung jawab dan negarawan yang berpikir jangka panjang untuk masa depan bangsa, bahkan ketika langkah itu tidak selalu menguntungkan diri sendiri.

"PKB membutuhkan kader yang berani berpikir jangka panjang, melampaui pemilu, tetapi tetap mau turun tangan bekerja keras untuk memenangkan pemilu. Visi kita harus panjang, tetapi langkah-langkah harus konkret dan terukur di tengah rakyat," ungkapnya.

Ia mengakui, PKB tidak bisa menang hanya dengan elite yang aktif di atas. Keberhasilan partai tergantung pada struktur yang hidup, dari pengurus pusat hingga akar rumput termasuk yang hadir dalam kehidupan rakyat dan menjadi bagian dari solusi nyata. Karenanya, struktur partai harus hidup, pengurus jelas tugasnya, program terukur, dan manajemen partai rapi serta disiplin.

"Kepercayaan rakyat itu seperti udara bagi partai politik. Tanpa udara kita mati, kepercayaan juga seperti kaca. Jatuh sekali, tidak bisa kembali seperti sedia kala," ucapnya.

Lebih jauh, Cucun menyampaikan pesan utama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar kepada seluruh kader partainya bahwa politik saat ini menuntut keteladanan dan keberpihakan nyata kepada rakyat. Partai tidak boleh sekadar hadir dalam kontestasi politik lima tahunan.

Cucun berkata, Kader PKB harus punya ciri khas yang menonjol, seperti hadir di tengah rakyat, melayani dengan nyata, dan menjadi solusi bagi berbagai persoalan bangsa, mulai dari ekonomi, keadilan sosial, hingga kesatuan. "PKB harus hadir bukan sekadar sebagai pengkritik, tetapi sebagai solusi. Struktur partai harus hidup, dari pengurus pusat hingga akar rumput, agar mampu bergerak menyelesaikan persoalan rakyat," ujar Cucun.

Ia pun berpesan pada DPW PKB DIY yang baru saja dikukuhkan untuk membawa PKB pada masa depan yang baik. "Semoga para pengurus yang sudah dikukuhkan siap dan hari ini memulai permulaan untuk menghadapi Pemilu 2029. Itu bukan nanti, satu bulan, satu tahun atau hanya beberapa saat. Tetapi setelah pengukuhan ini Ketua Umum menyampaikan kepada semua kader bahwa kerja-kerja politik Pemilu 2029 telah dimulai per hari ini, sejak pengukuhan DPW PKB DIY," kata Cucun.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menyampaikan pihaknya akan fokus menata struktur partai, membangun kaderisasi, dan menyiapkan strategi pemenangan Pileg dan Pilpres 2029. Dengan wajah baru dan energi segar, Umaruddin optimistis DPW PKB DIY akan semakin solid, kuat, dan energik.

"Kami ingin mempertahankan basis kultur kami sekaligus mengekspansi fokus ke pemilih perempuan dan anak muda. Struktur partai harus hidup, kader harus melayani, dan seluruh energi diarahkan untuk memenangkan kepercayaan rakyat," ujarnya.(*) 
 

Terkini