Drone Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 12 Orang Tewas

Senin, 02 Februari 2026 | 22:42:25 WIB
Petugas darurat memeriksa lokasi serangan drone Rusia yang menghantam bus pekerja tambang di Ukraina (State Emergency Service of Ukraine in Dnipropetrovsk Region/Handout via Reuters)

Kyiv, sorotkabar.com - Serangan drone Rusia menghantam sebuah bus yang mengangkut para pekerja tambang di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina bagian timur, pada Minggu (1/2) waktu setempat.

Sedikitnya 12 orang tewas akibat serangan drone tersebut.
Dituturkan kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Senin (2/2/2026), bahwa bus tersebut sedang melaju di sekitar area Ternivka, sebuah kota yang berjarak sekitar 65 kilometer dari garis depan pertempuran, ketika serangan drone melanda.

Kepala administrasi militer regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, mengatakan bahwa drone yang menghantam bus di wilayahnya itu merupakan "drone musuh", yang merujuk pada Rusia.

"Drone musuh menghantam di dekat bus antar-jemput milik sebuah perusahaan di distrik Pavlograd," ucapnya.

"Data awal menyebutkan 12 orang tewas dan tujuh orang lainnya luka-luka," sebut Ganzha dalam pernyataan via Telegram.

Tidak diketahui secara jelas jumlah orang di dalam bus yang dihantam serangan drone Rusia.

Keterangan terpisah dari DTEK, perusahaan energi swasta terbesar di Ukraina, menyebutkan bahwa para korban tewas merupakan para pekerja tambang yang sedang dalam perjalanan pulang dari salah satu fasilitas tambang di wilayah tersebut, setelah mereka menyelesaikan shift kerja mereka.

Sejumlah foto yang dipublikasikan oleh layanan darurat negara Ukraina menunjukkan apa yang tampak seperti bus kosong, dengan bagian jendela samping pecah dan kaca depan terlepas.

Di wilayah yang sama, menurut keterangan Ganzha sebelumnya, serangan drone pada malam hari menewaskan seorang pria dan seorang wanita di kota Dnipro.

Serangan-serangan ini terjadi pada hari yang sama dengan berakhirnya jeda serangan sepihak oleh Rusia terhadap Ukraina yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump mengatakan pada Kamis (29/1) pekan lalu bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah setuju untuk menghentikan serangan untuk sementara terhadap ibu kota Kyiv dan "berbagai kota" selama cuaca dingin menyelimuti Ukraina.

Syarat untuk kesepakatan antara Trump dan Putin itu tidak jelas, dan Kremlin tidak mengaitkan jeda serangan itu dengan cuaca.

Serangan terpisah yang melibatkan drone Rusia pada Minggu (1/2) pagi, menghantam sebuah rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di wilayah selatan Ukraina.

Sedikitnya tujuh orang mengalami luka-luka akibat serangan itu, termasuk dua wanita yang sedang menjalani pemeriksaan medis.(*)

Halaman :

Terkini