Musda Golkar Sumut Ricuh, Massa Datang Bawa Kayu hingga Petasan

Senin, 02 Februari 2026 | 22:19:27 WIB
Massa mengenakan kaus Partai Golkar memaksa masuk arena Musda XI DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara di Hotel JW Marriott, Kota Medan sehingga memicu kericuhan, Minggu (1/2/2026). (Beritasatu.com/Ihsan Syahreza)

Medan,sorotkabar.com - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara di Hotel JW Marriott, Kota Medan diwarnai kericuhan, Minggu (1/2/2026). 

Keributan terjadi baik di dalam arena maupun di luar area musda, sehingga sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di Jalan Putri Hijau, Medan.

Kericuhan bermula ketika sekelompok massa organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang mengenakan atribut Partai Golkar mencoba memasuki area Hotel JW Marriott. Namun, tidak diizinkan oleh panitia karena tidak terdaftar sebagai peserta resmi. Penolakan dari panitia memicu ketegangan yang kemudian berkembang menjadi kericuhan. 

Massa yang memegang kayu dan petasan membuat kericuhan hingga situasi memanas, tidak hanya di dalam arena musda, tetapi juga merembet ke luar area hotel. Akibatnya, aktivitas di sekitar lokasi terganggu dan arus lalu lintas di Jalan Putri Hijau mengalami kemacetan selama beberapa waktu.

Di tengah situasi tersebut, salah seorang yang ikut terlibat dalam kericuhan mengaku  dirinya hanya ikut-ikutan. Ia mengungkapkan dirinya diminta memegang sepotong kayu tanpa mengetahui secara jelas tujuan maupun latar belakang keributan yang terjadi.

“Cuma ikut-ikutan saja, disuruh pegang kayu,” ujarnya singkat saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.

Sekretaris Steering Committee (SC) Musda XI DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Muhammad Asril menegaskan pentingnya menjaga ketertiban, kekompakan, dan soliditas seluruh kader demi kelancaran forum tertinggi partai di tingkat daerah tersebut.

Menurut Asril, musda merupakan forum resmi partai yang memiliki aturan serta tata tertib yang harus dihormati oleh semua pihak. Oleh karena itu, ia mengimbau agar unsur-unsur yang tidak memiliki status sebagai peserta maupun peninjau sidang perhimpunan dapat menyesuaikan diri dan tidak mengganggu jalannya persidangan.

“Kami mengimbau dengan tegas agar pihak-pihak di luar peserta dan peninjau sidang perhimpunan dapat menyesuaikan diri serta menjaga ketertiban. Musda ini adalah forum resmi partai yang harus dijalankan sesuai mekanisme,” ujar Muhammad Asril kepada wartawan.

Lebih lanjut, Asril mengapresiasi dinamika yang terjadi di internal Partai Golkar Sumatera Utara. Menurutnya, tingginya perhatian kader maupun masyarakat terhadap jalannya Musda menunjukkan bahwa Partai Golkar masih menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan dan mendapat tempat di hati publik.

“Kami mengapresiasi dinamika yang luar biasa di internal Partai Golkar.

Partisipasi dan perhatian berbagai elemen masyarakat dalam mengawal jalannya Musda ini menunjukkan besarnya harapan terhadap Golkar Sumut ke depan,” katanya.

Namun demikian, Asril menekankan dinamika tersebut harus tetap dikelola secara dewasa dan disalurkan melalui mekanisme organisasi yang berlaku, bukan melalui tindakan-tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Terkait insiden kericuhan yang sempat terjadi, Asril menegaskan pentingnya upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang. Ia mengajak seluruh kader dan simpatisan Partai Golkar untuk menahan diri, mengedepankan musyawarah, serta menjaga suasana tetap kondusif selama seluruh tahapan Musda berlangsung.

“Kami berharap tidak ada lagi kericuhan. Semua pihak harus sama-sama menjaga kondusivitas, soliditas, dan kekompakan. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam organisasi, namun harus disalurkan melalui mekanisme yang telah diatur,” tegasnya.

Asril juga mengingatkan kembali arahan dari pimpinan partai, khususnya pesan yang disampaikan oleh Guntur, agar Musda Golkar Sumut dilaksanakan dalam suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan.

“Arahan dari Pak Guntur sudah sangat jelas, bahwa musda ini harus kita jalankan dengan kompak, solid, dan dalam suasana riang gembira. Golkar adalah partai besar, dan kedewasaan dalam berpolitik harus kita tunjukkan bersama,” ucapnya.

Muhammad Asril menegaskan steering committee berkomitmen untuk menjalankan tugas secara profesional dan objektif, sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Golkar. Ia berharap Musda XI Golkar Sumut dapat berjalan lancar hingga selesai dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan partai.

“Kami di SC berkomitmen untuk menjaga proses musda ini tetap berjalan sesuai aturan. Harapannya, musda ini dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa Golkar Sumatera Utara semakin solid, maju, dan berprestasi ke depan,” pungkasnya. 

Kembali Kondusif

Setelah sempat diwarnai kericuhan, situasi keamanan di sekitar Hotel JW Marriott Medan tempat berlangsungnya Musda Golkar Sumut kembali kondusif pada Minggu (1/2/2026) sore. Kepolisian memastikan kondisi di lokasi kegiatan telah terkendali dan berada dalam pengawasan ketat aparat hingga malam hari.

“Sejak pagi kami sudah melaksanakan pengamanan, menempatkan personel di dalam dan di luar hotel,” ujar Kapolsek Medan Barat, Kompol Made Wira Suhendra.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan, kepolisian melakukan penebalan pengamanan. Awalnya, sebanyak 74 personel diterjunkan untuk mengamankan lokasi. Saat situasi mulai memanas, jumlah tersebut diperkuat dengan tambahan personel dari satuan lain.

“Kami lakukan penebalan pengamanan dengan menambah 30 personel Brimob dan 47 personel Sabhara Polrestabes Medan, sehingga pengamanan bisa lebih maksimal,” kata Made Wira.

Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif agar kegiatan yang berlangsung di hotel tersebut dapat berjalan hingga selesai tanpa gangguan berarti. Pihak kepolisian juga terus melakukan pemantauan secara intensif di sekitar lokasi.(*) 
 

Terkini