Teheran,sorotkabar.com — Komandan Angkatan Darat Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad Karami, menegaskan, pihaknya berada dalam kondisi siaga penuh untuk merespons setiap potensi agresi dari musuh.
Karami menekankan, angkatan bersenjata Iran kuat dan siap sepenuhnya untuk merespons tegas terhadap setiap kesalahan yang dilakukan musuh. Ia menyoroti tingginya koordinasi di antara angkatan bersenjata Iran.
Dia menambahkan, militer terus mengembangkan kemampuan di segala bidang untuk menghadapi ancaman yang muncul.
Komandan IRGC itu juga menegaskan, Iran sedang menghadapi perang hibrida yang komprehensif dengan musuh. Perang tersebut mencakup bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, siber, keamanan, dan pertahanan, seperti dilansir dari laman Al Mayadeen.
Ia menambahkan, keamanan Iran telah sepenuhnya terjaga dari wilayah perbatasan hingga ke pedalaman negara. Dia mengingatkan, angkatan bersenjata Iran akan mencabut mata yang mengincar tanah Persia.
Cadangan rudal bertambah
Pada Selasa (13/8/2026), Komandan Angkatan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, menyatakan pertahanan udara dan rudal Iran berada dalam "tingkat kesiapan tertinggi." Mereka menyatakan siap menghadapi setiap serangan.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan, dengan ancaman agresi Amerika Serikat terhadap Iran. Berbicara dalam rapat Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di parlemen Iran, Mousavi menegaskan, angkatan dirgantara akan memberikan respons tegas dan menghancurkan terhadap setiap aksi agresi yang menargetkan rakyat Iran.
Ia menekankan, bertambahnya kemampuan pertahanan lewat produksi rudal dan total output angkatan dirgantara yang telah meningkat dibandingkan sebelum perang 12 hari baru-baru ini.
Pernyataan Mousavi menggemakan peringatan sebelumnya dari Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh. Jenderal bintang satu itu memperingatkan bahwa Teheran menyimpan "kejutan" bagi mereka yang mengancam aksi militer terhadap Iran.
Nasirzadeh mengatakan, para penyerang akan menghadapi rasa sakit dan penderitaan yang hebat. Dia memperingatkan bahwa Iran akan menargetkan kepentingan mereka di mana pun di dunia jika aset Iran diserang.
Ia juga menyatakan bahwa negara mana pun yang memfasilitasi serangan terhadap Iran atau menyediakan pangkalan untuk serangan tersebut akan dianggap sebagai target yang sah.
Persiapan militer AS
Sementara itu, AS dan sekutu regionalnya telah meluncurkan pusat koordinasi pertahanan udara dan rudal baru di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang bertujuan meningkatkan kemampuan bersama di seluruh Timur Tengah.
Sebelumnya, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah memperingatkan negara-negara kawasan, mereka akan menargetkan pangkalan militer AS jika Washington melancarkan serangan. Peringatan tersebut datang menyusul ancaman intervensi dari Presiden Donald Trump terhadap Iran. Personel di Pangkalan Udara Al Udeid AS di Qatar disarankan untuk pergi sebelum Rabu malam, kata tiga diplomat kepada Reuters.
Ancaman ini muncul di tengah kampanye yang sedang berlangsung untuk memaksa perubahan rezim melalui kerusuhan bersenjata dan memicu pemberontakan yang lebih luas terhadap pemerintah Iran. Trump sebelumnya memperingatkan bahwa kematian di kalangan perusuh dapat memicu serangan langsung Amerika terhadap Iran.
Pada Rabu, ia mengaku telah mendapat informasi bahwa pembunuhan telah berhenti di Iran. "Kami baru diberi tahu 'tidak ada eksekusi.' Saya harap itu benar. Itu hal besar."
Trump mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung Putih bahwa AS akan mengawasi dan melihat prosesnya [di Iran]."Tetapi kami diberi ... pernyataan yang sangat baik oleh orang-orang yang memahami apa yang sedang terjadi."(*)