Jakarta, sorotkabar. com -
Petinju Inggris Prince Patel dan petinju Tanzania Yahaya Mussa berbagi ring untuk merebut gelar juara kelas ringan super (63,5 kg) World Boxing Association (WBA) Asia Gold yang masih kosong pada 31 Januari mendatang Thailand.
"Pertarungan ini adalah pertarungan klasik antara pengalaman dan volume melawan kekuatan mentah dan momentum," demikian keterangan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Patel memasuki pertarungan mendatang setelah tahun 2025 yang tenang, di mana dia hanya bertarung sekali dan mengakhiri pertarungan tersebut dengan kemenangan knockout (KO).
Petinju yang dikenal karena lidahnya yang tajam dan gaya bertarung teknis serta agresifnya, berencana untuk menambah sabuk regional ke dalam daftar prestasinya yang sudah panjang.
Dengan tingkat KO sebesar 84 persen, Patel telah membuktikan bahwa kekuatannya tetap terjaga dari kelas bantam dan super bantam ke kelas ringan super.
Patel akan memasuki ring dengan membawa pengalaman yang tercermin dalam rekor 33 kemenangan dengan 28 KO, satu kekalahan, dan dua hasil imbang.
Bagi Patel, kuncinya adalah memanfaatkan kecerdasan ronde kejuaraan dan posisi kidal untuk mengganggu Mussa dan menyeretnya ke dalam situasi sulit.
Di seberang ring, akan ada Mussa datang dari Tanzania sebagai ancaman sejati. Setiap kemenangannya diraih melalui KO, menjadikannya penuntas yang sempurna dengan rekor 11 kemenangan (11 KO) dan satu seri.
Meskipun laga mendatang akan menjadi debutnya di Thailand, ia telah mengalahkan lawan-lawan domestik dengan mudah dan membawa kepercayaan diri seorang petinju yang belum pernah merasakan kekalahan.
Bagi Mussa, semuanya tentang tekanan tanpa henti dan mendaratkan salah satu pukulan penentu kemenangan sebelum petinju Inggris itu bisa mengendalikan ritme pertarungan.(*)