AI Jadi Peluang Sekaligus Tantangan dalam Industri Pemasaran

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:35:50 WIB
Ilustrasi artificial intelligence (AI). (Freepik/DC Studio)

Tangerang,sorotkabar.com - Pakar pemasaran sekaligus Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya, menilai kehadiran artificial intelligence (AI) menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan nyata bagi industri marketing.

 Menurutnya, cara pelaku usaha menyikapi AI akan menentukan apakah teknologi tersebut menjadi hambatan atau justru pendorong pertumbuhan.

Hermawan menegaskan, tanpa keberanian untuk beradaptasi dan berinovasi, AI akan terus dipandang sebagai ancaman dalam dunia pemasaran.

"Seperti MarkPlus sekarang membuat AI kerja sama dengan perusahaan yang sudah menguasai AI, supaya segmen UKM, yang sekarang bukan segmen kita, itu bisa menikmati dengan harga murah kan, subscribe AI," jelas Hermawan dalam acara BTV Marketing Outlook 2026 di HQ B-Universe PIK2, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/1/2026).

Meski demikian, Hermawan menekankan penerapan AI dalam industri marketing tidak bisa sepenuhnya dilepas tanpa kendali manusia. Peran manusia tetap krusial dalam pengambilan keputusan strategis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan manfaat AI tidak hanya terbatas pada aspek kreativitas pemasaran, tetapi juga sangat penting dalam pengelolaan pelanggan atau customer management. AI memungkinkan perusahaan memperlakukan setiap pelanggan secara lebih personal dan relevan.

"Jadi customer itu mesti diperlakukan orang per orang, dengan berbeda-beda, dikasih produk yang berbeda, ditawarin produk yang berbeda, dengan price yang berbeda. Price berbeda, promosi yang berbeda, sehingga marketing mix itu nanti orang per orang, itu AI," paparnya.

Hermawan juga mengingatkan, selama ini banyak perusahaan terlalu fokus pada pengelolaan merek atau brand management. Padahal, menurutnya, tantangan pemasaran ke depan menuntut perhatian yang lebih besar pada pengelolaan pelanggan secara menyeluruh.

"Marketing itu kan tiga, customer management, product management, brand management. Yang sekarang banyak dipakai itu untuk brand management doang, untuk kreativitas, untuk brand management itu kan promosi dan sebagainya. Tapi sebetulnya kurang dipakai untuk customer management," imbuhnya.

Menurut Hermawan, pada 2026 dan seterusnya, perusahaan yang mampu memaksimalkan AI untuk customer management akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.(*) 
 

Terkini