Moskow,sorotkabar.com - Perusahaan minyak milik negara Rusia, Roszarubezhneft, yang mengelola aset minyak Rusia di Venezuela menyatakan tegas pihak mereka tidak akan meninggalkan negara itu, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim AS akan mengambil alih kendali ekspor minyak Venezuela.
“Perusahaan Roszarubezhneft akan terus secara konsisten memenuhi komitmennya dalam berkoordinasi erat dengan mitra internasional, dengan memprioritaskan pembangunan berkelanjutan proyek produksi minyak bersama, infrastruktur, dan respons efektif terhadap tantangan yang muncul,” pernyataan Roszarubezhneft, dikutip dari Ukrainsk Pravda, Rabu (14/1/2026).
Setelah melakukan intervensi militer di Venezuela yang berujung pada penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2026), Trump juga berupaya untuk melibatkan perusahaan-perusahaan AS dalam pembangunan kembali sektor minyak Venezuela dan telah menuntut agar pemerintah baru negara itu memutuskan hubungan ekonomi dengan Rusia dan China.
Perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa semua asetnya diperoleh dengan harga pasar, dimiliki oleh negara Rusia, dan bermaksud bersama dengan Venezuela untuk melaksanakan proyek bersama dan memperluas kerja sama industri dan teknologi berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati hak milik, dan perlindungan investasi.
Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan Trump ingin memangkas harga minyak menjadi US$ 50 per barel. Pemerintahan Trump disebutkan sedang mempersiapkan rencana besar yang bertujuan untuk mengendalikan sektor minyak Venezuela dalam jangka panjang.
Para pejabat AS juga mempertimbangkan langkah-langkah untuk memblokir Rusia dan China dari sektor energi Venezuela sambil meningkatkan pengaruh AS atas pasokan minyak dunia.(*)