Dentuman Tengah Malam Gegerkan Rengat Barat, Pipa Gas Meledak Warga Mengungsi

Jumat, 09 Januari 2026 | 21:50:11 WIB
Bekas ledakan pipa gas di Desa Tani Makmur, Inhu.(hallo)

Rengat, sorotkabar.com - Insiden ledakan pipa gas menghebohkan warga Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Jumat (9/1/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.45 WIB itu memicu kepanikan massal hingga memaksa warga mengungsi sementara ke desa tetangga demi menghindari potensi kebakaran susulan.

Suara ledakan keras disertai gemuruh panjang yang menyerupai deru pesawat tempur membuat warga terbangun dan berhamburan keluar rumah.

Kekhawatiran akan munculnya api dari kebocoran gas menjadi alasan utama warga memilih menjauh dari lokasi.

Kepala Desa Tani Makmur, Muhammad Sulistiono, membenarkan peristiwa tersebut, dan menyebut ledakan berasal dari pipa gas bawah tanah yang melintasi wilayah permukiman warga.

“Benar, pipa gas yang melintas di desa kami meledak tadi malam. Suaranya sangat keras dan membuat warga panik,” ujar Muhammad Sulistiono, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, pipa gas yang tertanam sekitar tiga meter di dalam tanah itu terus mengeluarkan semburan gas pascaledakan.

Bahkan, tekanan gas mendorong tanah hingga menyembur dan menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan.

“Jarak rumah warga dengan lokasi pipa sekitar 25 sampai 30 meter. Tanah ikut terdorong gas dan mengenai bangunan warga,” jelasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi tersebut membuat warga memilih mengungsi dengan peralatan seadanya.

Sebagian warga bahkan keluar rumah hanya mengenakan sarung dan singlet.

Pemerintah desa bergerak cepat dengan menghubungi PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) selaku pengelola jaringan pipa.

Tak berselang lama, petugas PT TGI tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan darurat.

“Pihak TGI langsung menutup aliran pipa dari wilayah Belilas, Kecamatan Seberida, hingga Lirik. Setelah ditutup, semburan gas masih berlangsung sekitar satu jam,” kata Sulistiono.

Setelah kondisi dinyatakan aman, warga diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Namun, pihak PT TGI masih melakukan perbaikan dan sterilisasi area, serta melarang warga mendekati titik ledakan.

“Saat ini situasi sudah kondusif dan warga sudah kembali ke rumah. Proses perbaikan masih berlangsung,” pungkasnya.(*) 
 

Terkini