AS Sita Kapal Tanker Berbendera Rusia di Atlantik Utara

Kamis, 08 Januari 2026 | 21:26:19 WIB
EPAKapal tangker (Ilustrasi)

Washington,sorotkabar .com- Pasukan Amerika Serikat (AS), dengan bantuan Inggris, telah menyita kapal tanker berbendera Rusia di Atlantik Utara. Kapal itu disebut sudah dikenakan sanksi karena diduga menyelundupkan kargo untuk sebuah perusahaan yang terkait dengan kelompok militan Lebanon, Hizbullah.

Menurut basis data pelayaran, kapal tanker yang disita AS sebelumnya dikenal dengan nama Bella 1. Namun ia berganti nama menjadi Marinera dan berbendera Rusia.

Seorang pejabat AS, pada Rabu (7/1/2026), mengungkapkan, kapal tersebut sudah dikenakan sanksi sejak 2024. Pada Desember 2025 lalu, pasukan Penjaga Pantai AS sempat berupaya mencegat dan menyita Marinera ketika melintas di perairan Karibia dan hendak menuju Venezuela.

Namun Marinera berhasil lolos dan berlayar melintasi Atlantik. Sebelumnya pada Rabu, situs pelacakan maritim menunjukkan, Marinera berada di antara Skotlandia dan Islandia, berlayar ke arah utara. Pejabat AS juga mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut berada di Atlantik Utara.

Pesawat militer AS telah terbang di atas Marinera. Pada Selasa (6/1/2026), sebuah pesawat pengintai Angkatan Udara Inggris terpantau di situs pelacakan penerbangan tengah mengudara di atas area yang sama.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengonfirmasi bahwa militer Inggris mendukung operasi AS untuk menyita kapal Marinera yang berbendera Rusia di Atlantik Utara.

"Hari ini Angkatan Bersenjata Inggris kami menunjukkan keterampilan dan profesionalisme dalam mendukung keberhasilan pencegatan AS terhadap kapal Bella 1 saat dalam perjalanan ke Rusia," kata Healey dalam sebuah pernyataan pada Rabu, dilaporkan BBC.

Menurut Healey, penyitaan Marinera merupakan bagian dari upaya global untuk menindak pelanggaran sanksi. “Kapal ini, dengan sejarah yang kelam, adalah bagian dari poros Rusia-Iran dalam penghindaran sanksi yang memicu terorisme, konflik, dan penderitaan dari Timur Tengah hingga Ukraina,” ujarnya.

Healey menambahkan, Inggris akan terus meningkatkan aktivitas armada bayangan mereka untuk melindungi keamanan nasional, ekonomi, dan stabilitas global. Penyitaan kapal Marinera terjadi hanya beberapa hari setelah AS melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Aksi AS tersebut dikecam komunitas internasional karena dipandang telah sepenuhnya mengabaikan aturan hukum internasional. (Kamran Dikarma). (*) 
 

Terkini